Sabtu, 06 Maret 2010

SUMBU SUMBU DAN TONGGAK TONGGAK KEIMANAN

بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الحمْدَ للهِ، نَحمدُهُ، ونَستعينُه، ونَستغفِرُه، ونَعوذُ باللهِ مِن شرورِ أنفُسِنا، وسيِّئاتِ أعمالِنا، مَن يهدِه اللهُ فلا مُضِلَّ له، ومَن يُضلِلْ فلا هادِي له، وأشهدُ أن لا إلهَ إلا الله، وحدهُ لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمدًا عبدُه ورسولُه، أما بعدُ:
فإنَّ أصدقَ الحديثِ كلامُ الله، وخيرَ الهديِ هديُ محمدٍ -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم-، وشرَّ الأمورِ محدثاتُها،وكلَّ مُحدثةٍ بدعة، وكلَّ بدعةٍ ضَلالة، وكلَّ ضلالةٍ في النَّارِ، أمَّا بعدُ:

Bentuk mengikuti petunjuk Alloh ta`ala yang berkaitan dengan masalah keimanan (bahkan seluruh permasalahan agama), adalah dengan :


1.membenarkan seluruh kabar kabar yang datangnya dari Alloh ta`ala dan rosul Nya –shollallohu alaihi wasallam-, tanpa adanya sedikitpun syubhat atau keragu raguan, yang akan menumbuhkan cacat dalam pembenaran dia terhadap kabar kabar tersebut.
2.melaksanakan perintah perintah Alloh dan Rosul Nya, tanpa dirintangi oleh kepentingan syahwat atau memanjakan dan mengikuti kecenderugan hawa nafsu, yang akan menghentikan dirinya dari melaksanakan perintah perintah tersebut.
Di atas dua landasan pokok inilah sumbu iman itu berputar, yaitu pembenaran terhadap kabar dari Alloh ta`ala dan Rosul Nya, dan mentaati semua perintah Alloh dan Rosul Nya. Dan dua landasan pokok ini, disertai oleh dua landasan lain yang merupakan kelaziman dan tuntutan dari keduanya, yaitu pertama meniadakan syubhat syubhat yang berupa kebatilan yang menghampirinya, yang akan menghalangi dirinya dari sempurnanya pembenaran terhadap kabar kabar tadi, dan supaya tidak tercoreng moreng wajah pembenarannya. Kadua menolak syahwat atau kecenderungan kecenderungan hawa nafsu yang menyimpang yang muncul dan jadi penghalang akan sempurnanya ketundukan seorang hamba dalam melaksanakan perintah perintah Robbnya.

Dengan demikian ada empat perkara yang menjadi sumbu keimanan
1.Membenarkan kabar kabar dari Alloh ta`ala dan Rosul Nya –shollallohu alaihi wasallam.
2.Mencurahkan segenap kemampuan untuk menolak segala bentuk syubhat (perancuan) yang ditebarkan oleh syaithon dari kalangan jin dan manusia untuk menumbuhkan keragu-raguan (terhadap kabar kabar tersebut), yang kemudian akan menghalangi dia dari keyakinannya akan kebenarannya.
3.Menta`ati perintah perintah Alloh ta`ala dan Rosul Nya –shollalohu alaihi wasallam-.
4.Memerangi hawa nafsu dalam rangka menolak syahwat atau kecenderungan yang menyimpang, yang merupakan penghalang antara seorang hamba dengan kesempurnaan ketaatannya (kepada Alloh dan Rosul Nya –shollallohu alaihi wasallam-).

Dua perkara ini –yakni fitnah syubhat dan syahwat- merupakan penyebab pokok rusak dan sengsaranya seorang hamba baik dalam kehidupan dunianya maupun akhiratnya.
Sebagaimana dua pokok pertama –yakni pembenaran terhadap kabar kabar dari Alloh dan Rosul Nya –shollallohu alaihi wasallam- dan ketaatan terhadap perintah perintah Nya- merupakan penyebab pokok diperolehnya kebahagiaan dan keberuntungannya dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat negeri tempat kembalinya. Wal hamdulillahi alladzi bini`matihi tatimmusshoolihaat. Walohu a`lam bishowab.
(lihat Miftah Darissa`adah, ta`liq dan takhrij Syaikh Ali Hasan Ibn Abdul Hamid Al Atsary, 1/195-196)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template