Sabtu, 20 Februari 2010

CIRI CIRI TEMAN YANG BAIK

Berkata Al Imam Abdur Rohman As Sulamy Rahimahulloh

“Dan termasuk adab dalam bersahabat adalah engkau tidak mengambil jadi sahabatmu kecuali seorang yang berakal, berilmu, santun dan bertaqwa”.


Berkata Dzun Nun rahimahulloh “Tidaklah Alloh menganugerahkan kepada seorang hamba dari hamba hamba Nya suatu anugerah yang lebih bagus dari pada akal, dan tidaklah Alloh ta`ala mengalungkan padanya suatu kalung yang lebih indah dari pada ilmu, dan suatu perhiasan yang lebih afdhol dari pada sifat santun, dan kesempurnaan semua itu ada pada ketakwaan”.

Karena itu termasuk kebahagiaan seorang hamba adalah bila dia memiliki sahabat yang sholih.

“Dan termasuk adabnya pula adalah selamatnya dada (batin ) mu (dari kejelekannya) terhadap teman dan sahabat-sahabatmu, dan mau mencurahkan nasehat untuk mereka dan menerima nasehat dari mereka. Dan dasar atas hal ini adalah firman Alloh ta`ala إلا من أتى الله بقلب سليم
Kecuali orang yang datang menghadap Alloh dengan hati yang selamat. –As Syu`aro 89-“
Karena diantara akhlak seorang yang mulia adalah selamatnya dada (batin) dari kejelekannya terhadap teman temannya dan suka mencurahkan nasehat buat mereka dan (mau menerima nasehat dari mereka).

“Dan termasuk adabnya adalah engkau tidak berjanji pada sahabatmu dengan suatu janji, lalu engkau menyelisihinya, karena itu termasuk kenifakan.”.
Dan dalam hadits “tanda orang munafik itu tiga, bila berbicara dia dusta, bila berjanji dia selisihi, dan bila diberi amanah dia khianati”.
–Adabus suhbah 53-54- dengan sedikit perubahan-

Dari situ diantara ciri utama teman yang baik adalah :
1. Berakal (seorang yang punya hati yang bisa memahami sesuatu dengan baik pent-).
2. Berilmu (seorang yang dengannya kita akan mendapatkan manfaat dari cahaya ilmu yang Alloh anugerahkan padanya, sehingga akan terangkat dari kita ketidak tahuan dan kebodohan kita. Pent-)
3. Santun (Akhlak yang sangat mulia yang Alloh dan Rosul Nya shollallohu alaihi wa sallam mencintainya, bergaul dengan seorang yang santun kita akan mendapatkan pengaruh yang sangat positif dalam kehidupan kita untuk terarah kepada khusnul khuluk pent-).
4. Taqwa. ( orang yang bertakwa adalah orang yang paling mulia disisi Alloh ta`ala, maka dialah sebaik baik sahabat).
5. Bersih hati, lapang dada, suka memberi nasehat dan mau mendengar dan menerima nasehat dari saudaranya.
6. Menepati janji, amanah (bisa dipercaya), bisa dipegang ucapannya.
Alloh berfirman :

واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي يريدون وجهه ولا تعد عيناك عنهم تريد زينة الحياة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا.

Dan bersabarlah engkau (Muhammad Shollallohu alaihi wa sallam), bersama orang yang menyeru robb mereka pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya, dan keadaanya sudah melewati batas. (Al Kahfi 28).

الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين
Teman teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. ( Az Zukhruf 67).

ويوم يعض الظالم على يديه يقول يا ليتني اتخذت مع الرسول سبيلا . يا ويلتى ليتني لم أتخذ فلانا خليلا. لقد أضلني عن الذكر بعد إذ جاءني وكان الشيطان للإنسان خذولا

Dan (ingatlah) pada hari ketika orang orang dholim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatanya) seraya berkata “wahai ! sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama rosul. Wahai ! celaka aku ! sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan al Qur`an ketika Al Qur`an itu telah datang kepadaku. Dan syaitan memang pengkhianat manusia. ( Al Furqon 27-29).

وعن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : [ إنما مثل الجليس الصالح وجليس السوء كحامل المسك ونافخ الكير . فحامل المسك : إما أن يحذيك وإما أن تبتاع منه وإما أن تجد منه ريحا طيبة . ونافخ الكير : إما أن يحرق ثيابك وإما أن تجد منه ريحا منتنة ] متفق عليه
Dan dari Abu Musa Al Asy`ary  bahwa Nabi  bersabda “hanyalah permisalan teman duduk yang sholih dan teman duduk yang jelek itu seperti pemawa minyak wangi dan pande besi, maka pembawa minyak wangi mungkin dia akan memberikan minyak wangi tersebut kepada mu atau engkau akan membeli darinya, atau engkau akan jumpai bau yang harum darinya. Dan pande besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau dapati darinya bau yang tidak sedap. Muttafaqun alaih.

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : [ لا تصاحب إلا مؤمنا ولا يأكل طعامك إلا تقي ] رواه أبو داود والترمذي بإسناد لا بأس به
Dan dari Abi Sa`id Al Khudry dari Nabi beliau berkata “ Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan janganlah makan makananmu kecuali orang yang bertakwa. Hadits Hasan Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.
وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : [ الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل ] رواه أبو داود والترمذي بإسناد صحيح وقال الترمذي حديث حسن
Dan dari Abi Huroiroh bahwa Nabi bersabda “Seorang itu berada di atas agama kekasihnya maka hendaklah salah seorang kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kekasihnya. Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.

وعن أنس رضي الله عنه أن أعرابيا قال لرسول الله صلى الله عليه وسلم : متى الساعة ؟ قال له رسول الله صلى الله عليه وسلم : [ ما أعددت لها ؟ ] قال : حب الله ورسوله . قال : [ أنت مع من أحببت ] متفق عليه . وهذا لفظ مسلم
وفي رواية لهما : ما أعددت لها من كثير صوم ولا صلاة ولا صدقة ولكني أحب الله ورسوله.
Dan dari Anas bahwasanya seorang arab gunung berkata kepada rosululloh “kapan hari kiamat itu?. Rosululloh berkata kepadanya “apa yang telah engkau persiapkan untuknya?, dia berkata “cinta kepada Alloh dan Rosul Nya”. Nabi berkata “Engkau bersama yang engkau cintai”. Riwayat dengan lafadz Imam Muslim. Dan dalam riwayat Bukhory dan Muslim “ Tidaklah aku siapkan untuknya dengan banyak puasa, tidak pula sholat, dan tidak pula shodaqoh, akan tetapi aku mencintai Alloh dan Rosul Nya.

Berkata seorang penyair yaitu Ady ibn Zaid Al `Abbady
عن المرء لا تسأل و سل عن قرينه فكل قرين بالمقارن يقتدي
Mengenai seseorang jangan kamu tanyakan tentangnya
tapi tanyakan tentang siapa teman dekatnya.
Karena seorang teman akan mengikuti teman dekatnya.

Berkata Al Ashma`iy “Tidaklah aku melihat satu bait pun yang serupa dengan sunnah dari pada ucapan Ady Ibn Zaid ini. –Al Ibanah 2/439, lihat Lammud dur syaikh Sholeh Fauzan hal 52.

Berkata Abdulloh Ibn Mas`ud “Ukurlah manusia itu dengan teman dekatnya, karena muslim akan mengikuti muslim dan orang fajir akan mengikuti orang fajir”.-Al Ibanah dan Syarh Sunnah lil Baghowy. (Lammud dur 52).

Berkata Qotadah “Sesungguhnya kami demi Alloh, tidaklah kami melihat seseorang mengambil teman karib dari kalangan manusia kecuali yang semisalnya dan semodel dengannya. Maka berkariblah dengan hamba hamba Alloh yang sholih, semoga kalian akan bersama mereka atau semisal mereka. Al Ibanah 2/477 (lammud Dur… hal 500).


Karena itu diantara tanda kebodohan seseorang adalah ‘tidak bisa mengenali dan membedakan mana kawan (yang mestinya dia bersahabat dengannya) dan mana lawan (yang mestinya dia jauhi dan berhati-hati darinya).Allohul Musta`aan.

Wallohu a`lamu bisshowaab.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template